SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Sedang dibuka pendaftaran Santri Baru untuk SMP IT dan Salafiyah Aliyah Tahun Pelajaran 2019/2020
  • 1 tahun yang lalu / Mohon bantuannya untuk Pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Sintang
WAKTU :

Mengejutkan Peserta Lomba Syarhil Qur’an Jatuh Pingsan | MTQ Ke-24 Kab.Sintang 2019

Terbit 6 December 2019 | Oleh : Admin | Kategori : Berita
Mengejutkan Peserta Lomba Syarhil Qur'an Jatuh Pingsan | MTQ Ke-24 Kab.Sintang 2019

Subhanallah Sangat mengejutkan salah satu kontingen Syarhil Qur’an dari Kecamatan Ketungau Hilir yang pesertanya di ambil dari Ponpes Islamic Centre Cabang Sintang.

Alamat : sebait desa batu nyadi, kec. Ketungau Hilir, Kab. Sintang

Pada saat tampil salah satu peserta terjatuh dan pingsan ketika sedang membacakan sari tilawah lomba syarhil Qur’an Tingkat kabupaten Sintang Ke XXIV Tahun 2019.

Santri ini bernama Solihin, kelas VII SMP IT ISLAMIC CENTRE BIN BAZ CAB.SINTANG, berasal dari daerah pedalaman Kalimantan barat masuk kecamatan ketungau tengah, daerah SEJELU. yang mondok di pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz Cabang Sintang, sebait, Desa Batu Nyadi, Kec.Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang.

1 Hari sebelum berangkat ke sintang, Solihin yang di dampingi salah satu Ustadznya, untuk mengambil persyaratan mengikuti lomba MTQ berupa KK, Akta Lahir dan Ijazah Sd yang Asli. Yang membutuhkan waktu 5 jam perjalanan dengan kondisi jalan Rusak Parah yang di sertai hujan lebat dan banjir. Setiba dirumah ternyata Ibunya tidak ada dirumah yang ada hanya Bapak sama adiknya yang masih SD. Dan ternyata syarat2 yang dibutuhkan dibawa sang ibu, yang konon kata Bapaknya sudah dua hari nginap di daerah binjai ketungau hulu untuk mencari orang yang bisa membantu mengantar Sang ibu ke ponpes islamic centre bin baz cabang sintang di sebait dan tidak kunjung dapat. Hari sudah semakin larut malam dan rencananya solihin yang didampingi Ustadznya pulang hari dan tidak ada rencana nginap. Setelah menunggu ada orang yang mengambilkan persyaratan tersebut maka solihin dan ustadznya pamid pulang, begitu tiba di daerah Empura kec.ketungau tengah tidak ada orang yang bisa membantu menyebrangkan lewat sungai akan tetapi mereka terus berusaha mencari. Dan orang2 sekitar semuanya melarang pulang malam hari dikarenakan cuaca mendung yang diiringi kilat terus menerus. Tetapi mereka tetap beresikeras untuk pulang di khawatirkan terlambat berangkat ke Sintang untuk mengikuti lomba MTQ. Seiring berjalannya waktu ahirnya ada orang yang mau membantu menyebrangkan mereka. Tidak lama kemudian hujan lebat turun dan merekapun terpaksa menginap di Empura. Dan pulang hari Juam’at ke pondok.

Yang melewati bukit panjang bernama Bukit Pengilan yang sangat banyak tanjangan yang tinggi dan licin karena habis hujan malamnya.

Subhanallah perjuangan yang sungguh luar biasa, Semoga Allah memudahkan urusan mereka semua dalam mengiluti lomba MTQ KE 24 Tingkat Kabupaten Sintang 2019.

SebelumnyaPASKAS (Pasukan Amal Saleh) Membantu 300 kg Beras

Berita Lainnya

0 Komentar